Jangan asik membilang bintang dilangit.......
sesekali tunduklah ke bumi kerana di situlah kita akan kembali.....
Hayatilah kehidupan dengan penuh rasa kehambaan dab bukannya kesombongan kerana "sombong" adalah selendang bagi Nya.......
[[[[FASTABIQUL KHAIRAT]]]]
Fatwa Ulama: Tarian Sufi : Syaikh Salim bin Muhammad Al ‘Ummarri
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Soal:
Bagaimana tanggapan anda terhadap tarian sufi yang disertai anggukan-anggukan dan gerakan-gerakan lemah-gemulai?
Jawab:
Tidak diragukan lagi bahwa tarian ini termasuk bid’ah yang mungkar.
Kita memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan hidayahnya kepada
kita dan juga mereka.
Dari sahabat Jabir bin Abdillah, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam khutbah beliau:
يحمد الله ويثني عليه بما
هو أهله ثم يقول من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له إن أصدق
الحديث كتاب الله وأحسن الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة
وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار
“Beliau memuja-muji Allah dengan segala pujian yang layak
bagi-Nya, kemudian bersabda: ‘Barangsiapa yang diberi hidayah oleh
Allah, tidak akan ada yang dapat membuatnya tersesat. Dan barangsiapa
yang disesatkan oleh Allah, tidak ada pemberi hidayah yang dapat
menolongnya. Perkataan yang paling benar adalah kitabullah. Hidayah yang
paling utama adalah petunjuk dari Muhammad. Perkara agama yang paling
buruk adalah yang dibuat-buat’. Setiap yang dibuat-buat dalam agama
adalah bid’ah. Setiap bid’ah itu sesat. Setiap kesesatan itu tempatnya
di neraka“
Hadits ini sudah cukup untuk membuat kita waspada dari bid’ah dan
tidak mendekatinya. Bagaimana mungkin orang yang sangat ingin dekat
dengan Allah malah berbuat bid’ah dalam agama Allah Ta’ala?
Bid’ah itu adalah sebab datangnya murka dan kemarahan Allah. Kita mohon
kepada Allah agar senantiasa diberi ampunan-Nya dan keselamatan
dari-Nya.
Bid’ah ini (yaitu tarian sufi), apakah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
atau para sahabatnya yang mulia? Tidak ragu lagi jawabannya adalah:
tidak. Oleh karena itu kita tanyakan kepada orang sufi, jika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya tidak pernah melakukan perbuatan ini, mengapa anda melakukannya?
Dan kami sampaikan kepada mereka sebuah hadits, dari Abdullah bin ‘Amr, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ليأتين على أمتي ما أتى
على بني إسرائيل مثلا بمثل حذو النعل بالنعل ، حتى لو كان فيهم من نكح أمه
علانية كان في أمتي مثله ، إن بني إسرائيل افترقوا على إحدى وسبعين ملة ،
وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة كلها في النار إلا ملة واحدة » فقيل له :
ما الواحدة ؟ قال : « ما أنا عليه اليوم وأصحابي
“Akan datang dari kalangan umatku, yang semisal dengan Bani
Isra’il, mereka mengikuti tiap langkah dari Bani Isra’il.
Sampai-sampai, andai mereka (Bani Isra’il) menyetubuhi ibunya secara
terang-terangan, diantara umatku juga ada yang mencontohnya. Bani
Isra’il itu akan berpecah menjadi 71 golongan. Sedangkan umatku akan
berpecah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka, kecuali satu
golongan’. Para sahabat bertanya: ‘Siapa golongan tersebut?’. Rasulullah
menjawab: ‘Orang-orang yang mengikuti apa yang aku ajarkan di masa ini,
dan mengikuti para sahabatku’” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)
Oleh karena itu, kami sampaikan nasehat kepada mereka untuk bertaqwa kepada Allah dan mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta para sahabatnya.
Para sahabat dan generasi salaf, mereka berzikir dengan tenang, tuma’ninah dan khusyu’.
إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka” (QS. Al Anfal: 3)
Mereka -rahimahumullah- berdzikir sambil menangis karena takut kepada Allah.
“Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur
agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami
menurunkannya bagian demi bagian. Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya
atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya
orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an
dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil
bersujud. Dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji
Tuhan kami pasti dipenuhi”.Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil
menangis dan mereka bertambah khusyu’” (QS. Al Isra: 107-109)
Sedangkan orang-orang sufi ini malah melakukan sebaliknya! Mereka berdzikir dengan melepaskan ekspresi dan menari-nari!
Kita memohon agar Allah senantiasa melimpakan hidayah-Nya kepada kita semua.
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Comments
Popular posts from this blog
-
AKU MERUPAKAN SEORANG INSAN YANG TAK LEKANG DARI MELAKUKAN KEKHILAFAN PADA BEBERAPA TEMPOH MASA YANG LALU AKU TELAH MELAKUKAN SATU KESALAHAN YANG MEMANG RASANYA TAK MUNGKIN BISA DIMAAFKAN AKU BENAR BENAR RASA BERSALAH PADA SEMUA TERUTAMANYA PADA ALLAH SWT NAMUN AKU BENAR BENAR INGIN KEMBALI KE JALANNYA DAN AKU BENAR BENAR INGIN BERTAUBAT ATAS SEGALA APA YANG TELAH KU LAKUKAN... JIKA BISA DIUNDURKAN MASA...INGINKU MEMPERBETULKAN SEGALA KESILAPAN YANG TELAH KU LAKUKAN AKU TELAH MELUKAKAKN HATI INSAN YANG AMAT KU SAYANG TERUTAMANYA AYAHKU...ISTERIKU...SERTA ANAK2KU AKU BENAR BENAR BERDOSA
satu lagi cabaran perlu dihadapi berpindah ke tempat yang agak jauh yang akan melibatkan peningkatan kos perjalanan( minyak+penyelenggaraan) yang perlu di ambil kira tanpa ada orang lain yang ambil kisah tentang itu. hanya cukup sekadar dengan kata2 mereka sahaja yang ,mungkin membuat mereka bahagia tetapi menyebabkan sedikit sebanyak beban yang akan ditanggung
Comments
Post a Comment